AntZClopedia  

Dreaming, Learning, Acting...   


myprofile
Name: AntZClopedia
Home:
About Me:
See my complete profile

previouspost
Different Way for Different Filter
Change Your Film, Change Your Feeling
Everything is Created With Its Own Mission
AntZClopedia!!!


myarchives
April 2006
September 2006
October 2006


mylinks
teddibelajarbersyukur
Rumah Kiyut
Priyadi's
Wimar Witoelar's
Taleo's
The Practice of Leadership
HBS Working Knowledge
McKinsey Quarterly
Spare Change
Negeri Senja
TemplatePanic
E-Books
Devi's
Marsha's
Celebrating Life
Iyo's


bloginfo
This blog is powered by Blogger and optimized for Firefox.
Blog designed by TemplatePanic.

Monday, October 16, 2006
Different Way for Different Filter

Seorang istri mengeluh pada suaminya, “Aku bingung menghadapi anak kita! Sudah kuiming-imingi dengan berbagai hadiah, kupuji-puji ketika dia melakukan sesuatu yang baik, kubesar-besarkan hatinya, tetap saja dia malas belajar. Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap anak itu!” Suaminya, yang baru saja pulang dari bekerja, berkata sambil bersiap-siap untuk makan malam, ”Sudah kamu ancam dia untuk mengurangi uang sakunya belum?”

Sebuah kisah yang aneh? Mungkin. Saya tidak sedang menyerang pandangan bahwa mendidik anak harus menggunakan kasih sayang yang tulus, bahwa penghargaan dan pujian harus lebih banyak diberikan dibanding hukuman dan kecaman. Saya amat sangat setuju dengan hal tersebut. Yang ingin saya ilustrasikan adalah tidak semua orang mudah tergiur dan tergerak oleh apa yang akan mereka dapatkan. Sebaliknya, kita justru akan bergerak dengan amat cepat justru ketika akan ada konsekuensi negatif yang akan kita terima.

Jawab pertanyaan berikut ini: Apa yang Anda inginkan dari pekerjaan Anda sekarang?

Tuliskan dalam selembar kertas, dan perhatikan jawaban Anda. Beberapa dari Anda barangkali memunculkan jawaban: saya ingin punya uang untuk, agar saya bisa membiayai sekolah anak saya dan bersenang-senang, dst. Yang lain mungkin menjawab dengan: supaya punya tabungan agar tidak perlu kuatir jatuh miskin, agar bisa membayar tagihan sehingga tidak dikejar-kejar kolektor, jangan sampai tidak punya uang untuk memberi makan keluarga, dst. Jawaban tipe pertama menunjukkan bahwa Anda adalah model orang mendekati, sementara yang kedua adalah menjauhi. Sebagai orang mendekati, amat sulit tentu untuk termotivasi hanya karena akan ada konsekuensi negatif yang akan menimpa. Orang tipe ini akan berlari dengan amat kencang ketika mereka diberikan tantangan yang harus mereka capai. Kata kuncinya: raih, gapai, kejar, dapatkan! Sisi lain, orang menjauhi tidak akan tergerak oleh iming-iming yang akan dia terima, ia justru termotivasi ketika harus menghindari sesuatu. Kata kuncinya: jangan sampai, menghindari, mencegah.

Selamat datang kembali di dunia keanekaragaman! Anda baru saja mengenali apa yang disebut dengan filter berpikir. Agar dapat saling mengisi dan melengkapi, Tuhan menciptakan tipe berpikir yang berbeda-beda dalam benak kita. Anda yang mendekati tentu akan lebih cocok mengerjakan pekerjaan yang disertai dengan target-target menantang, dan akan kewalahan jika harus meneliti dokumen satu demi satu guna menghindari kesalahan data. Sebaliknya, Anda yang menjauhi justru akan lebih cocok dan nyaman mengerjakan pekerjaan jenis kedua tadi. Kedua jenis pekerjaan tersebut jelas sama pentingnya. Perbedaan ini yang akan membuat manusia saling terkait satu sama lain.

Sekarang jawab pertanyaan ini: Bagaimana Anda tahu bahwa Anda sudah mengerjakan suatu pekerjaan dengan baik?

Jawaban Anda bisa: jika saya dinilai bagus, jika saya tidak mendapatkan keluhan dari orang lain, ketika saya mendapatkan penghargaan dari orang lain, dst. Atau: ketika saya puas dengan hasil kerja saya, ketika saya tidak lagi menemukan cacat dalam pekerjaan saya, ketika saya merasa ini sudah hasil yang paling sempurna, dst. Jawaban pertama mengindikasikan pola pikir eksternal dalam diri Anda, sedangkan yang kedua menandakan Anda orang yang internal. Mirip dengan filter mendekati-menjauhi, orang eksternal memiliki pemicu yang berbeda dari orang internal. Mereka yang eksternal akan amat mudah tergerak oleh reward ataupun punishment yang berasal dari luar dirinya. Ucapan, penilaian, pujian, hadiah dari orang lain adalah beberapa hal yang amat krusial bagi mereka. Sebaliknya, orang internal lebih banyak terpengaruh oleh penilaian ataupun hadiah yang mereka dapatkan dari diri mereka sendiri. Mereka cenderung tidak peduli terhadap apa yang orang lain pikirkan, sejauh mereka cukup puas dengan hasil yang mereka capai. Sisi lain, mereka akan tetap getol berusaha memperbaiki hasil pekerjaannya, sekalipun orang lain sudah puas dengan hasil tersebut.

Filter berikutnya seringkali saya ilustrasikan dengan bertanya pada beberapa orang pertanyaan berikut ini: Mengapa Anda memilih (konteks tertentu) yang sekarang ini? Konteks tersebut bisa berupa tempat tinggal, kendaraan, pakaian, dsb. Jawaban yang muncul biasanya selalu berkisar antara 2 macam: jawaban yang singkat alias to the point dan jawaban yang sedikit panjang dengan alur yang jelas. Seorang karyawan baru yang saya rekruit, misalnya, menjawab demikian, ”Mengapa saya memilih perusahaan ini? Mm..pada awalnya saya kan ikut program workshop yang diadakan oleh head office. Dari situ kemudian saya diundang lagi untuk mengikuti program magang selama 3 bulan di salah satu anak perusahaan. Cukup menarik yang saya jalani disana. Sejujurnya sih saya ingin masuk kesana setelah lulus, hanya ternyata posisinya sudah terisi tepat sebelum saya lulus. Setelah saya telepon kembali ke orang yang merekruit saya pertama kali, saya kemudian direferensikan kesini. Bagi saya sih, yang penting satu grup dan sama-sama perusahaan yang bagus.”

Anda lihat? Jawaban yang sangat runtut yang ia berikan. Amat berbeda dengan sobat saya yang mengatakan, ”Mengapa memilih gabung disini? Pekerjaannya saya suka, gajinya bagus, orang-orangnya enak.” That’s it! Nah, orang dengan model yang belakangan ini memiliki filter berpikir opsional, sedangkan rekan rekruitan saya tadi cenderung prosedural. Bagi para opsional, hidup adalah pilihan-pilihan. Ambil salah satu dan lupakan yang lain. Tidak selalu seekstrim ini sih, tapi kurang lebih demikianlah gambarannya. Sebaliknya, para prosedural amat taat pada langkah-langkah yang mereka ambil sebelum sebuah keputusan dibuat. Perhatikan jawaban rekan saya. Inti dari jawabannya sebenarnya adalah kalimat terakhir: yang penting satu grup dan sama-sama perusahaan yang bagus. Hanya saja, amat tidak nyaman baginya memunculkan jawaban sesingkat itu, sehingga merasa perlu menjelaskan setiap langkah yang ia lewati untuk menjelaskan 1 kalimat tersebut.

Untuk filter selanjutnya, saya sering menggunakan pertanyaan berikut: Apa hubungan antara (konteks) yang sekarang dengan (sekian tahun/bulan) yang lalu? Mirip dengan filter sebelumnya, konteks bisa berarti apapun. Sebagai contoh, saya tanyakan mengenai, ”Apa hubungan antara mobil Anda sekarang dengan yang dulu?”. Jawaban yang muncul antara lain, ”Sama saja. Saya memang suka mobil yang sporty, lux, berwarna cerah, dan simple.” Jelas-jelas mobilnya yang sekarang lebih baru daripada yang dulu, demikianlah jawabannya. Ada juga yang menjawab, ”Secara umum sih sama. Cuma memang yang sekarang saya memilih warna yang agak lebih soft, tidak terlalu terang seperti dulu.” Tidak cukup sampai disini, orang yang lain menjawab, ”Jelas beda lah. Yang ini lebih baru, modelnya lebih eksklusif, warnanya juga beda.” Meskipun memiliki merek yang sama, orang yang terakhir ini ngotot mengatakan mobilnya sama sekali berbeda dengan yang dulu.

Nah, filter apa pula ini? Orang pertama memiliki filter berpikir persamaan, orang kedua persamaan dengan pengecualian, sedangkan orang ketiga perbedaan. Orang persamaan akan selalu cenderung melihat kesamaan di antara berbagai hal. Ibu saya salah satunya. Sebeda apapun anak kecil yang ia lihat, ia cukup sering mengamati kelucuan sang anak kemudian berkata, ”Mirip dengan Chita ya (cucunya-red).” Hampir sulit terpikirkan oleh para persamaan untuk melihat secara refleks perbedaan dari suatu hal. Sebaliknya, orang perbedaan justru amat sulit melihat persamaan antara berbagai hal. Berikan pada mereka permainan temukan-10-perbedaan-dalam-gambar dan akan mereka pecahkan dalam waktu yang amat singkat. Sementara itu, orang persamaan dengan pengecualian ada di tengah-tengah. Mereka memang cenderung melihat persamaan, tapi di saat yang sama juga mampu mengajukan perbedaan-perbedaan yang mereka temukan.

Filter terakhir—untuk edisi ini—berhubungan dengan cara seseorang mengambil keputusan: proaktif dan reaktif. Orang proaktif, cenderung mengambil keputusan dengan mempertimbangkan terlebih dahulu berbagai konsekuensinya. Mereka yang reaktif mengambil keputusan dengan cepat dan tanpa perhitungan matang. Akan amat menderita bagi pada proaktif jika diminta untuk mengambil keputusan dalam sekejap dan langsung bertindak. Begitu juga yang terjadi pada para reaktif yang harus melihat segala sisi sebelum mengambil keputusan.

Well, Anda sudah memiliki sedikit bekal untuk lebih lanjut mengenali diri Anda. So, silakan Anda petakan sendiri tipe Anda. Yang harus diingat, filter adalah kecenderungan sekaligus kombinasi. Kecenderungan, sebab ia tidak mutlak, seperti jika Anda internal maka Anda pasti bukan eksternal. Pasti ada situasi yang menuntut Anda untuk menggunakan filter yang berkebalikan. Kombinasikan filter yang Anda miliki, dan Anda akan mendapatkan profil diri Anda sebagai hasil akhir. Sesungguhnya ada banyak filter yang telah ditemukan, 5 di atas hanyalah yang cukup populer dan mudah digunakan. Dalam bahasan selanjutnya, kita akan belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan ini ke dalam langkah-langkah praktis pengembangan diri.

posted by AntZClopedia 8:54 PM   1 comments
 
1 Comments:

  • At 3:24 AM, Blogger n.o.v.a said…

    nice story..

     

  • Post a Comment
    << HOME
     
    Sunday, September 10, 2006
    Change Your Film, Change Your Feeling

    Apa yang muncul dalam benak Anda ketika saya minta untuk memikirkan: secangkir susu coklat kental? Bayangan sebuah cangkir dengan susu coklat kental di dalamnya disertai dengan asap yang masih mengepul? Suara susu coklat kental ketika dituangkan ke dalam cangkir, kemudian terdengar pula suara ketika Anda mulai meminumnya? Rasa hangat ketika Anda menyentuh cangkir, lalu rasa manis dan kental di lidah Anda ketika Anda meminumnya?

    Beberapa dari Anda barangkali memunculkan salah satu dari 3 pengalaman di atas. Yang lain bisa jadi memunculkan kombinasi dari ketiganya. Saya sendiri termasuk orang yang amat gampang membuat bayangan dalam benak saya mengenai hal-hal yang saya pikirkan. Rekan saya, lebih mudah memunculkan suara-suara tertentu tentang berbagai hal yang ia ingat. Ketika kuliah, saya lebih mudah untuk mengingat bahan ujian dengan cara membuat bayangan dalam pikiran saya, sementara rekan saya lebih senang untuk mengingat perkataan dosen kami.

    Selamat datang di dunia keunikan! Sebagaimana manusia diciptakan dengan misi masing-masing, Tuhan pun memberikan bekal yang berbeda pula bagi kita. Perhatikanlah mata orang-orang di sekeliling, dan bandingkanlah dengan mata kita sendiri. Saya berani jamin tidak akan ada dua mata yang sama persis bentuk maupun strukturnya. Pun pada dua orang kembar identik. Dunia psikologi mengenal hal ini sebagai individual differences alias perbedaan individual. Saya lebih senang menyebutnya dengan keunikan individual, karena kesemuanya tidak saja sekedar diciptakan berbeda melainkan juga memiliki tugas yang diembannya dalam tiap perbedaan itu. Kata unik, bagi saya, mewakili makna yang terakhir ini.

    Ilustrasi di atas menggambarkan salah satu keunikan yang kita miliki: keunikan dalam cara menangkap dan mengelola informasi. Para pakar pendidikan menyebutnya dengan perbedaan dalam cara belajar tiap orang. Anda yang lebih mudah memunculkan gambaran akan sesuatu dibanding yang lain cenderung memiliki cara belajar visual. Anda yang memunculkan suara termasuk orang audio. Sedangkan Anda yang lebih mudah merasakan sesuatu—bahkan memunculkan air liur ketika ingin meminum coklat hangat—termasuk orang kinestetik.

    Sebuah pertanyaan muncul: apa manfaat mengetahui hal ini? Silakan ikuti latihan berikut.

    Ambilah posisi duduk yang nyaman bagi Anda. Cukup membuat Anda rileks dengan kesadaran tetap terjaga. Pejamkan mata, kemudian aturlah napas sehingga Anda dapat merasakan masuk dan keluarnya udara dengan tempo yang sedang.

    Sekarang pikirkan sebuah pengalaman buruk yang pernah Anda alami. Sebuah kejadian yang amat menyakitkan, menyedihkan, bahkan menyesakkan dada ketika Anda mengingatnya. Ingat-ingat betul kejadian tersebut hingga sampai pada hal-hal yang amat mendetil. Perhatikan secara cermat kejadiannya hingga Anda dapat merasakan kembali emosi yang Anda rasakan ketika itu.

    Seketika hentikan pikiran tersebut, dan gantilah dengan memikirkan sebuah pengalaman yang paling menyenangkan yang pernah Anda alami seumur hidup Anda. Kejadian yang mampu membuat Anda bergairah dan bersemangat setiap kali mengingatnya. Jika Anda belum pernah mengalaminya, Anda bisa coba dengan menciptakan pengalaman tersebut. Ciptakanlah sebuah kejadian yang sekiranya terjadi akan menimbulkan semangat dan kegembiraan yang luar biasa saat Anda mengalaminya. Kembali perhatikan secara mendetil sehingga Anda benar-benar dapat merasakan emosi yang Anda alami.

    Buka mata Anda dan cermati apa yang baru saja Anda alami. Apa perbedaan antara pengalaman yang menyakitkan dengan pengalaman yang menyenangkan? Amat kontras bukan? Bagi Anda yang visual, pengalaman menyakitkan umumnya memunculkan gambaran yang suram, menakutkan, hitam putih, bergerak dengan sangat lambat sehingga Anda merasakan emosi negatif yang tanpa henti. Anda yang auditori barangkali memunculkan suara-suara yang menggema dengan menakutkan atau musik yang menyayat hati. Sedangkan Anda yang kinestetik bisa jadi merasakan beberapa bagian tubuh Anda kaku, sakit, detak jantung lebih kencang, atau ada sesuatu yang berat sedang menimpa Anda. Kesemuanya menambah emosi negatif Anda sedikit demi sedikit.

    Sementara itu, pengalaman yang menyenangkan biasanya memunculkan gambaran yang meriah, warna warni ceria, semarak, dan menimbulkan kegairahan. Anda yang auditory mungkin mendengarkan suara-suara ceria, musik yang asyik dan ringan. Sedangkan Anda yang kinestetik bisa jadi merasakan tubuh Anda amat ringan, lentur, nyaman, ataupun ketegangan yang menimbulkan kegairahan pada diri Anda.

    Apa kesimpulannya? Setiap pengalaman memiliki atribut yang berbeda dalam pikiran kita, yang pada akhirnya mengantarkan emosi yang berbeda pula bagi diri kita. Berita baiknya, pengalaman tersebut dapat kita ubah sesuai dengan apa yang kita mau sehingga menimbulkan emosi sesuai dengan yang kita inginkan. Semudah itukah? Tentu. Ikuti latihan berikut.

    Pikirkan kembali pengalaman Anda yang menyakitkan. Masuki kembali pengalaman tersebut sehingga Anda sampai pada tahap mampu merasakan emosi negatifnya.

    Sekarang ubahlah apa yang muncul dalam pengalaman Anda menjadi bertolak belakang dengan yang ada sekarang. Jika gambarnya suram, ganti ia dengan warna warni yang cerah. Jika ia gerakannya lambat, percepat ia seolah-olah Anda melihat sebuah film komedi dengan para aktor saling berkejar-kejaran dengan lucunya. Bagi Anda yang auditori, jika muncul sebuah suara yang bergema dan menakutkan Anda, ubah ia menjadi suara yang lucu seperti para tokoh di film kartun. Percepat suaranya hingga ia terdengar menggelikan, kemudian perkecil volumenya. Jangan lupa untuk mengganti musiknya menjadi musik yang riang gembira pula. Bagi Anda yang kinestetik, perhatikan pada bagian tubuh mana Anda merasakan berat ataupun sakit. Jika di kepala, buatlah ia pindah dan menjalar ke tangan hingga ada di telapak tangan Anda, kemudian lemparkan ia ke langit. Jika di kaki, keluarkan ia sehingga ada di hadapan kaki Anda kemudian tendang ia jauh-jauh seperti sebuah bola. Terakhir, berdirilah dengan tegak, posisi kepala menengadah ke atas, pasang senyum, kemudian busungkan dada sebagai tanda kemenangan.

    Apa yang Anda rasakan terhadap pengalaman Anda sekarang? Jika Anda melakukan kesemuanya dengan benar dan penuh konsentrasi, saya jamin emosi negatif Anda terhadap pengalaman tersebut berubah. Jika belum sama sekali hilang, paling tidak intensitasnya pastilah jauh berkurang. Inilah sebuah jurus ampuh yang baru belakangan saya ingat sudah dipraktekkan oleh rekan saya ketika SMP. Ia yang ketika itu rajin mengikuti ekstrakurikuler Paskibra bisa menghilangkan perasaan tertekan akibat sering dimarahi pelatih karena sering melakukan kesalahan dalam gerakan dengan satu cara: mengubah suara omelan pelatih tersebut menjadi suara yang lemah lembut dalam pikirannya sehingga ia merasakan perhatian yang amat sangat dari sang pelatih.

    Well, pada akhirnya, pengalaman bukanlah kejadian yang kita alami, melainkan makna yang kita berikan terhadap kejadian tersebut. Berilah ia makna yang positif (gambar, suara, dan perasaan yang positif) dan Anda akan merasakan pengalaman yang positif pula. Anda baru saja menggunakan kesadaran diri dan imajinasi Anda untuk memilih respon Anda sendiri.

    Sampai jumpa di edisi berikutnya. Keep improving self, improving life!

    posted by AntZClopedia 6:03 PM   0 comments
     
    0 Comments:


    Post a Comment
    << HOME
     
    Monday, September 04, 2006
    Everything is Created With Its Own Mission

    “Setiap hal diciptakan dengan satu manfaat.” Perhatikanlah tubuh kita sendiri. Jauh sebelum ilmu biologi dan kedokteran berkembang seperti sekarang, siapa yang pernah menyangka fungsi dari bulu hidung? Bentuknya yang seringkali terlalu panjang sehingga keluar dari 'sarang'-nya terkadang membuat kita merasa aneh dengan keberadaannya. Padahal ia hanya menjalankan tugasnya sebagai penghalang berbagai partikel yang terlalu besar untuk masuk kehidung kita, sehingga saluran pernafasan kita tetap bersih. Nasib yang mirip juga dialami oleh amandel. Sepotong daging kecil di kerongkongan ini bahkan harus merelakan dirinya dipotong dan dihilangkan ketika ia sedang meradang. Dunia ilmu pengetahuan baru mengetahui belakangan bahwa eksistensinya amat penting untuk menjaga daya tahan tubuh kita.

    Sekarang cermati bagaimana hewan hidup dan berinteraksi dengan lingkungannya. Niscaya kita akan menemukan efisiensi yang luar biasa. Satu kali kita mungkin melihat bagaimana seekor hewan memangsa hewan yang lain. “Kejam,” ujar kita dalam hati. Padahal ia hanyalah menjalankan misinya untuk menjaga keseimbangan alam. Kali kedua kita menemukan seonggok daging yang diurai oleh hewan-hewan melata. “Jijik,” sahut kata dalam hati. Nyatanya, ia membantu kita agar tidak perlu repot-repot membersihkan setiap bahan organik yang berserakan di dunia ini.

    Demikianlah alam mengajari kita bahwa setiap hal diciptakan dengan satu misi. Variasi yang ada hakikatnya merupakan skenario Tuhan untuk menjadikan kehidupan ini seimbang dan saling melengkapi. Jalankan misi dengan sempurna, maka keseimbangan itu akan muncul dengan sendirinya.

    Berbeda dengan makhluk ciptaan yang lain, manusia dilahirkan ke dunia dengan tingkat kematangan yang amat rendah. Ya. Hewan dan tumbuhan lahir dengan kemampuan bertahan hidup secara mandiri karena memang mereka mengemban misi yang telah secara tegas dilimpahkan kepadanya. Sementara manusia dilahirkan dengan potensi yang luar biasa dan mampu berkembang menjadi apapun yang mereka inginkan, karenanya mereka harus menemukan misinya sendiri. Inilah—menurut kami—tahap awal yang harus ditempuh untuk menjadikan kehidupan kita lebih baik: menemukan misi kita dalam hidup.

    Bicara soal menciptakan misi, seringkali muncul pertanyaan: bagaimana mungkin kita bisa menemukan misi kita sendiri? Tidak mengherankan, karena kebanyakan dari kita memang tidak pernah berpikir bahwa misi hidup seorang manusia dapat kita tentukan sendiri. Dengarkanlah ungkapan yang sering kita keluarkan: hidup mengalir seperti air, pasrah pada yang di Atas, nasib memang seperti ini, dll. Jika kita mau sedikit kritis, bagaimana mungkin Tuhan menciptakan alam begini rumitnya jika sebagai manusia kita pun hidup menuruti arus yang mengalir? Disinilah titik awal jika kita ingin memulai untuk menciptakan misi kita sendiri: sadarilah bahwa hidup adalah pilihan-pilihan yang kita ambil.

    "Selalu ada ruang di antara stimulus dan respon," demikian tulis Stephen Covey. Di dalamnya Tuhan telah membekali kita 4 kemampuan dasar yang bisa kita daya gunakan untuk membuat pilihan-pilihan kita sendiri. Ingin tahu apa saja? Ikuti latihan berikut.

    Cobalah untuk duduk dan mencari posisi yang nyaman bagi Anda. Sebuah posisi yang memungkinkan Anda rileks sekaligus tetap memiliki konsentrasi penuh. Pejamkan mata, bernapaslah perlahan-lahan, kemudian rasakan tiap udara yang masuk dan keluar dari hidung dan mulut Anda. Lakukan pernapasan seperti ini beberapa kali sampai Anda merasa terbebas dari pikiran apapun dan fokus pada diri Anda sekarang.

    Sekarang coba pikirkan tubuh Anda. Bayangkan tubuh Anda mulai dari kepala, bahu, kedua tangan, punggung, hingga kaki. Rasakan tiap bagian, kenali keunikannya seolah-olah Anda melihatnya dengan mata kepala sendiri. Pada kepala, cermati bagaimana rambut Anda sesungguhnya. Pada kedua tangan, cermati secara jeli bentuk jari hingga kuku Anda. Teruskan hingga kaki, cermati bentuk jari kaki Anda. Saya yakin Anda dapat dengan mudah melakukan ini.

    Masih dengan mata terpejam, sekarang bayangkan sesuatu yang ’gila’ tentang tubuh Anda. Buat kepala Anda membesar, hidung memanjang, dan telinga melebar. Kemudian buat hal yang sama pada tangan Anda. Jadikan ia memanjang seperti karet dan mampu mengambil barang yang jauhnya 20 meter di hadapan Anda. Selanjutnya buat kaki Anda memanjang hingga Anda bisa menjangkau puncak gedung setinggi 30 meter. Saya masih yakin Anda juga bisa melakukan hal ini dengan sangat mudah.

    Sekarang Anda merasa amat lapar. Anda duduk di sebuah kursi, dengan makanan kesukaan Anda sudah terhidang di meja. Perut Anda amat keroncongan sehingga membuat Anda tidak sabar lagi untuk menyantap makanan tersebut. Air liur Anda telah mengalir tanpa bisa dihentikan. Anda pun bergegas mengambil makanan tersebut dan dengan semangat segera memasukkan ke dalam mulut. Tiba-tiba, seorang anak kecil berdiri di samping Anda. Lusuh, kotor, memegang sebuah boneka yang tak berbentuk lagi. Wajahnya memelas seakan sudah tidak makan 1 minggu. Anda amat lapar, makanan telah terhidang, dan Anda melihat anak tersebut. Apa yang Anda rasakan sekarang? Jawablah dengan jujur: Apa yang ingin Anda lakukan?

    Selesai.

    Pada bagian pertama Anda tentu dapat melakukannya dengan amat mudah. Jelas saja, karena itulah yang dinamakan dengan kesadaran diri (self awareness). Inilah kemampuan dasar yang pertama. Bagian kedua juga tentunya tidak sulit bagi Anda, sebab inilah imajinasi (imagination), kemampuan dasar kita yang kedua. Nah, yang Anda rasakan pada bagian ketiga adalah hati nurani Anda (conscience), kemampuan dasar yang ketiga. Terakhir—jika Anda masih manusia normal—tentu jawaban Anda adalah akan memberikan makan tersebut pada si anak atau bahkan membelikan makanan yang baru. Inilah kehendak bebas (independent will), yang sekalipun Anda amat lapar Anda cenderung akan membuat pilihan yang sesuai dengan hati nurani Anda.

    Keempat kemampuan inilah yang memberi kita kemampuan tak terbatas untuk menentukan pilihan. Penasaran bagaimana menggunakannya? Tunggu edisi berikutnya OK! Keep improving self, improving life!

    posted by AntZClopedia 5:25 PM   0 comments
     
    0 Comments:


    Post a Comment
    << HOME
     
    Monday, April 17, 2006
    AntZClopedia!!!

    AntZ is about learning. Inilah mengapa kami terinspirasi betul dengan hewan mungil yang satu ini. Semut adalah hardworker, pekerja keras yang sekaligus memiliki kehidupan yang indah. Bekerja adalah untuk hidup, bukan sebaliknya. Sebagaimana kehidupan itu sendiri mengindikasikan gerak dan pertumbuhan, itu pulalah yang kami lakukan. Kami bermimpi tentang setiap orang yang menjalani hidup mereka dengan semangat tinggi untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang. Kami membayangkan setiap orang mengais-ngais hal-hal baru dalam tiap detik yang mereka lewati. Kami ingin merasakan diri kami sendiri berada bersama orang-orang itu, membangun impian dan segera mengambil action untuk mewujukannya. Dari sinilah kami ingin memulai perjalanan kami.

    Kami sangat yakin bahwa ini akan menjadi perjalanan yang panjang dan menggairahkan, karena kami memulainya dari diri kami sendiri. Yap! AntZClopediaTM adalah sebuah model yang berpusat pada pengembangan setiap diri manusia. Secanggih apapun sistem yang akan dijalankan, manusia adalah kunci yang membuka pintu kemajuan. Bukan saja karena sistem dibuat oleh manusia, tapi juga karena sistem harus dibuat untuk manusia. Sekeren apapun hasil akhir yang Anda inginkan, apalah artinya jika Anda harus mengorbankan martabat Anda sebagai seorang manusia dengan kebutuhan to live, to learn, to love, dan to leave a legacy? Inilah core dari setiap layanan yang ingin kami berikan: mengajak setiap orang untuk memimpin dirinya memenuhi keempat kebutuhan dasar tersebut. Memimpin berarti tidak diperbudak olehnya. Memimpin berarti memberdayakan kesemuanya untuk mengembalikan diri kita secara utuh dan mulia di hadapan Tuhan.

    Bergerak dari pengembangan dan kepemimpinan diri akan membuat kita terbiasa dengan disiplin, pembelajaran, pembaruan, dan perubahan. Itulah yang mengarahkan pemikiran kami untuk segera menindaklanjuti pengembangan manusia menuju pengembangan sistem yang akan menjaga semangat ini. Perubahan adalah lingkaran kepedulian. Tidak ada gunanya menolak dan menghalanginya. Pembelajaran dan pembaruan adalah jawabannya. Bukan melawan, melainkan justru memanfaatkan perubahan untuk memberi lebih banyak lagi bagi kehidupan orang banyak. Dengan sistem yang terorganisasi dan berbasis pembelajaran, pola pikir pembaruan yang ilmiah akan menjadi dasar yang amat kuat dalam memberdayakan perubahan.

    Mengapa menurut Anda banyak organisasi dengan sistem canggih runtuh jua akhirnya? Mengapa pula ada masyarakat yang telah hidup dalam hitungan abad tetapi tetap merajai kampung halamannya bahkan mulai merambah ke berbagai penjuru dunia? Kalau di masyarakat dikenal yang namanya budaya, itu pulalah yang ingin kami tawarkan kepada kita semua. Sebuah tatanan budaya memang intangible, namun justru mampu mengikat manusianya dari lubuk hati mereka yang terdalam. Tentu, kembali lagi kita bicara mengenai budaya untuk memenuhi keempat kebutuhan alamiah kita tadi.

    Well, Anda pasti mulai bertanya-tanya bagaimana konsep yang teramat abstrak ini bisa teraplikasikan ke dalam dunia nyata. Tenang, kita akan bahas dalam langkah-langkah bayi, sembari terus mengembangkan diri kami sendiri. Yes, inilah AntZClopediaTM Dengannya kami ingin improving self, improving life.

    posted by AntZClopedia 12:03 AM   0 comments
     
    0 Comments:


    Post a Comment
    << HOME